Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah-PKES merupakan salah satu lembaga yang mengkomunikasikan ekonomi syariah kepada masyarakat. Lembaga ini pertama kali dikomandani oleh U. Saefudin, sekitar 2003 sampai dengan 2005. Saat itu Ketua Dewan Kehormatan merupakan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Maulana Ibrahim.Hal yang sangat menonjol di era kepemimpinan Pak Uu (sapaan akrab pak U Saefudin) ialah pembentukan pondasi dasar Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah, berupa: penyusunan AD-ART (anggaran dasar-anggaran rumah tangga) serta pembentukan jaringan anggota PKES.
Semua Bank Syariah termasuk asuransi dan lembaga keuangan syariah maupun penunjang industri ekonomi syariah berperan besar dalam pembentukan PKES. Salah satu yang banyak berjasa ialah Bank Muamalat yang berperan memberikan bantuan kantor pada awal pendirian PKES sampai tahun 2009, pada wilayah yang prime di Sudirman, segitiga emas.
Kontribusi Bank Muamalat sangat besar tanpa bermaksud menomorduakan bank syariah lain. Kerjasama dan semangat mengembangkan ekonomi syariah terpancar dari bantuan program berupa sponsor untuk kegiatan PKES yang dilakukan oleh Bank Syariah Lain.
Program yang dilakukan PKES ialah memperluas market share industri syariah di Indonesia, yang dilakukan melalui beberapa pola, apa saja pola tersebut?
1. Publishing---berupa pencetakkan buku-buku atau literatur ekonomi syariah.
2. Edukasi--berupa pelatihan atau seminar.
3. Networking--berupa upaya menggaet komunitas-komunitas tertentu, seperti NU, Muhammadiyah dll.
4. Broadcasting--berupa penggunaan media siar, TV atau Radio, untuk program sosialisasi dan komunikasi.
5. Website--penggunaan media web sebagai hilir semua program, sehingga manfaat yang diperoleh bukan hanya pada suatu daerah, misal Jakarta saja.
Insya Allah akan dibahas secara mendetail pada kesempatan berikut, karena hal ini dilakukan pada era kepemimpinan M. Nadratuzzaman Hosen. 2005-2009.
Wassalam
Adji Waluyo P
Manajer Operasional dan Bisnis
Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah
My Pulsa
